![]() |
| Sebenarnya kami ada sebelas orang tapi ia tak tampak di depan kamera. Sebab ia adalah orang yang ada di balik layar. foto ini tak akan tercipta kalo ia tak ada. |
Waktu itu hari masih terlalu pagi, suara burung berkicau mewarnai pagiku kala itu. Dengan secangkir teh panas dan kue buroncong kesukaanku lah yang menemani pagi cerahku di depan rumahku sambil menikmati kicauan burung yang merdu menghiasi pagi hariku.
Tapi, pagi itu semuanya agak terganggu karena aku tiba-tiba ingat ada jadwal penting yang akan ku hadiri. Rupanya jadwal itu ialah quality time bersama teman-temanku di organisasi. Hampir saja aku melupakan saat-saat itu.
Singkat cerita kami berkumpul di tempat yang sudah di janjikan. Sekitar 30 kilo meter dari rumahku, lumayan jauh, tapi karena saya sudah berjanji sejauh apapun tempat itu akan ku jalani. Namanya juga janji, yah harus di tepati. Kami memang sudah merencanakannya jauh-jauh hari sebelumnya. Kami akan pergi berlibur di salah satu objek wisata di Kabupaten Maros tepatnya di Bantimurung. Sengaja tempat itu kami pilih, karena katanya di sanalah penangkaran dan habitat kupu-kupu berasal.
Setelah semua teman saya berkumpul, maka kami langsung memulai perjalanan ke negeri yang katanya negerinya kupu-kupu. Walaupun perjalanan yang kami tempuh waktu itu kurang lebih 2 jam akibat kemacetan yang sangat panjang. Tapi semua itu terbayar ketika kami semua sampai di tempat tersebut.
Suara percikan air dari sungai dan air terjun seakan membayar semua rasa lelah kami sepanjang perjalanan. Tak tunggu lama kami semua langsung menceburkan diri ke dalam sungai. Serasa hari itu semua aktivitas dan tugas perkuliahan tak sedikitpun kami ingat, karena semua tercampur dengan rasa ingin berenang di air sungai tersebut.
Tak lengkap rasanya jika pergi liburan tanpa berselfie ria. Semua tempat tak luput dari sasaran selfie teman-temanku. Meskipun sudah 6 bulan berlalu sejak hari itu, tapi banyak sekali pengalaman dan hikmah yang bisa saya dapatkan. Mulai dari kesabaran, loyalitas, kebersamaan dan ada kepuasan tersendiri di dalam hati melebihi apapun jika mengingat hari-hari itu.
Dari sekian banyak hal yang menarik pada liburan waktu itu. Ada satu binatang yang mengajarkan saya tentang sesuatu yang sangat berharga. ia adalah kupu-kupu. Mungkin banyak pembaca yang bertanya dalam hati, mengapa harus kupu-kupu? Saya jelaskan sedikit tentang kupu-kupu.
Seekor kupu-kupu sangatlah indah, terlihat elok saat di pandang dan memukau banyak pandangan mata yang melihatnya. Padahal sebelum ia memukau mata yang melihatnya, ia hanyala seekor ulat yang terlihat buruk bahkan kita cenderung jijik dan menjauhinya. Tapi setelah mengalami perubahan menjadi kupu-kupu yang terbang indah di sekeliling kita, siapa yang tidak suka melihatnya. Bahkan sebagian dari kita mendekatinya.
Tapi sebelum ia menjadi sangat indah di pandang, ia telah melewati beberapa tahap demi tahap kehidupannya. Dulu ia hanya seekor ulat yang merayap di batang pohon dan dedaunan dan kalo ia tak beruntung ia akan berakhir di dalam perut burung dan serangga pemangsanya.
Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia mulai mencari tempat yang aman untuk siap menjadi kepompong dan menggantung di atas dahan pohon. Ia tak peduli pada panas yang menyengat, badai, angin dan hujan nan lebat yang sewaktu-waktu akan membunuhnya. Ia tetap kokoh, tenang di dalam kepompongnya untuk berubah menjadi sesuatu yang indah nantinya.
Setelah itu ia lewati akhirnya keluarlah kupu-kupu dengan sayapnya nan indah yang siap terbang mencari sekuntum bunga-bunga untuk di hisap sarinya dan siap menjadi penerus untuk anak-anaknya kelak.
Itu adalah metarfosa dari kupu-kupu, dari telur ia mulai menetas menjadi ulat, dari ulat kemudian dia berproses dan menempa diri dalam kepompong dan dari kepompong lahirlah kupu-kupu yang indah mengelokkan mata setiap yang memandangnya.
Tahap demi tahap ia jalani lintas generasi tanpa ada satu pun tahap yang ia lompati. Tak ada seekor kupu-kupu yang langsung menetas dari telur melainkan harus melewati setiap tahapan atau prosesnya.
Apa hikmanya?
Jalani setiap tahap demi tahap dalam menjalani kehidupan tanpa ada kata mengeluh. J.K Rowling penulis buku best seller Harry Potter pun bahkan tidak langsung meraih sebuah kesuksesan, kekayaan dan setenar sekarang. Bukunya dulu pernah di tolak oleh 9 penerbit.
Banyak kesusahan yang ia alamidulunya, namun ia pantang menyerah akan keadaan. Kalaupun dulu J.K Rowling menyerah dalam menerbitkan bukunya, mungkin kita tidak pernah tahu, siapa itu Harry Potter. Berkat ketekunan kerja keras dan usaha dari J.K Rowling akhirnya namanya di kenal di belahan dunia manapun.
Kalau seekor kupu-kupu dan J.K Rowling bisa melewati pahitnya dan kerasnya kehidupan. Kitapun harus bisa, karena semua berawal dari niat, ketekunan dan usaha,
Be social.
Like, coment and share.








